3 Mitos Seputar Pilek, Cari Tahu Faktanya Disini!

URTI 1 November 2021

3 Mitos Seputar Pilek, Cari Tahu Faktanya Disini!

Perubahan cuaca yang tak menentu membuat anak-anak sampai orang dewasa rentan mengalami pilek dan flu . Kedua kondisi ini disebabkan oleh virus, yang paling umum adalah rhinovirus. Virus ini mudah menyebar lewat udara atau sentuhan tangan yang terpapar.1 Bila sudah tertular, gejala-gejala yang dialami antara lain, hidung berair dan gatal, tenggorokan sakit, demam ringan, sakit kepala, dan bersin-bersin. 2

Beberapa faktor lain juga bisa menjadi penyebab pilek dan flu, antara lain alergi atau memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Saat daya tahan tubuh rendah, virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan membuat kita lebih rentan terserang pilek atau flu.

Meskipun penyakit ini tergolong ringan, sebaiknya jangan disepelekan. Apalagi masih banyak mitos tentang pilek yang beredar, padahal kebanyakan mitos belum tentu benar.

Berikut ini adalah 3 mitos seputar pilek yang harus diketahui: 

 

Mitos #1: Kehujanan bisa langsung menyebabkan pilek

Faktanya: Penyebab utama penyakit pilek sebenarnya bukan karena kehujanan. Pilek dapat disebabkan beberapa hal, mulai dari infeksi virus, alergi atau efek samping obat. Namun, sebagian besar pilek umumnya disebabkan virus. Lebih dari 200 virus berbeda dapat mengakibatkan pilek, dan yang paling sering menyerang adalah Rhinovirus. 3

Alasan kenapa Anda bisa sakit setelah kehujanan yaitu suhu tubuh berubah mendadak atau menurun akibat kebasahan dan kedinginan. Perubahan suhu tubuh ini dapat mengakibatkan sistem imun sedikit melemah dan membuat Anda rentan terserang penyakit.4

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rhinovirus dapat berkembang dengan baik pada suhu yang lebih rendah dari 37 derajat Celcius. Suhu tersebut adalah rata-rata suhu tubuh ketika seseorang kehujanan. 5 Pada saat itu, rhinovirus yang sedang kuat-kuatnya tentu sulit ditaklukan oleh sistem imun Anda yang lemah. Akibatnya, virus tersebut pun akan menang dan menyebabkan infeksi di dalam rongga hidung. Anda pun bisa terkena berbagai penyakit, seperti pilek, flu, dan sakit tenggorokan.

Untuk mencegah pilek setelah kehujanan, Anda bisa mandi air hangat untuk menaikkan suhu tubuh, setelah itu segera keringkan tubuh dan rambut. Saat hidung sudah mulai terasa gatal atau mengalami gejala bersin-bersin, segera gunakan nasal spray untuk mengatasi gejala pilek dan flu. Gunakan nasal spray dengan kandungan Carragelose (ganggang merah), berfungsi untuk membungkus kuman penyebab gejala pilek & flu, lalu menghilangkannya.

Mitos #2: Pilek tidak menular

Faktanya: Tergolong dalam penyakit ringan, banyak yang menganggap pilek tidak menularkan. Padahal, virus penyebab pilek dapat menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui droplet dan melalui kontak erat. Penularan dapat terjadi saat bersalaman, menyentuh permukaan, seperti gagang pintu, yang sudah terpapar virus pilek, kemudian menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda. 6

Masa menular pilek dapat dimulai sekitar 1-2 hari sebelum gejala mulai dan dapat berlangsung selama 1-2 minggu selama Anda masih mengalami gejala pilek. Masa penularan bisa lebih lama bila Anda sudah memiliki gangguan pernapasan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Anda lebih mungkin menularkan orang lain selama beberapa hari pertama, ketika gejalanya paling buruk. 7

Untuk mencegah penularan, Anda bisa melakukan 3 kebiasaan ini 6:

  • Mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas yang menyentuh mulut, mata dan hidung. Cuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Virus yang menyebabkan pilek dapat hidup di tangan Anda, dan mencuci tangan secara teratur dapat membantu melindungi Anda dari paparan virus.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Virus yang menyebabkan pilek bisa masuk ke tubuh melalui cara ini.
  • Gunakan masker medis saat berada di dekat orang yang sedang pilek.

Gunakan nasal spray dengan kandungan Carragelose untuk mengatasi gejala pilek dan flu, serta mencegah kuman berkembang biak.

Mitos #3: Minum antibiotik agar penyakit pilek cepat sembuh

Faktanya: Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti pilek atau flu. Antibiotik adalah obat yang dapat melawan infeksi akibat bakteri. Antibiotik bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mempersulit bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh.

Hati-hati, jangan sembarangan minum antibiotik karena dapat menyebabkan resistensi atau kebal terhadap antibiotik. Pastikan Anda konsumsi antibiotik sampai habis sesuaikan dosis yang diberikan dokter.

Bila gejala pilek Anda juga disertai gejala lain, seperti nyeri otot, sakit kepala, dan demam. Anda dapat mengonsumsi acetaminophen atau ibuprofen sesuai dosis yang diperlukan. 

Alih-alih langsung minum obat antibiotik untuk merasa lebih baik, Anda harus banyak istirahat dan minum banyak cairan. Saat mengalami gejala seperti hidung gatal dan bersin-bersin, Anda bisa langsung menggunakan semprot hidung (nasal spray) yang mengandung Carragelose. Semprot hidung ini bekerja pada area rongga hidung tempat virus penyebab pilek pertama menempel dengan membentuk lapisan pelindung yang akan melembapkan selaput lendir hidung sekaligus sebagai penghalang terhadap pengaruh eksternal seperti penyebab pilek, polusi udara, dan kelembapan udara yang rendah.

Sebuah studi juga menemukan pemberian nasal spray yang mengandung Carragelose saat mengalami pilek yang disebabkan oleh virus, dapat mengurangi durasi penyakit, meningkatkan pembersihan virus, meredakan gejala yang kambuh dan mengurangi keparahan gejala pilek. Gunakan saat gejala awal pilek dan flu muncul sedini mungkin.

 

Referensi:

  1. Wat D. eur J Int Med 2004;15(2);79-88
  2. https://www.webmd.com/cold-and-flu/common_cold_overview
  3. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/understanding-common-cold-basics#1
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5035958/
  5. https://medicine.yale.edu/lab/iwasaki/projects/cold/
  6.  https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html

Related Stories