Cara Memilih Sabun Antibakteri yang Tidak Membuat Kulit Kering

Daily Hygiene Products 19 Agustus 2021

Cara Memilih Sabun Antibakteri yang Tidak Membuat Kulit Kering

Menjaga kebersihan tubuh menjadi hal yang penting bagi kesehatan, terutama di masa pandemi. Salah satu caranya adalah selalu mandi setelah beraktivitas di luar rumah agar dapat terhindar dari kuman penyebab penyakit. Nah, untuk mendapatkan perlindungan ekstra, Anda perlu sabun antibakteri untuk membunuh kuman yang menempel di permukaan kulit.

Lalu sabun antibakteri seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan yang tidak membuat kulit kering?

Simak cara memilih sabun antibakteri yang tepat berikut ini:

 

1. Kenali jenis kulit

Pilih sabun antibakteri yang sesuai jenis kulit Anda. Bila kulit Anda tergolong kering, pilih sabun antibakteri yang mengandung formula alami dan ramah kulit sehingga tidak hanya berfungsi untuk membersihkan tubuh tapi juga melembapkan kulit. 

2. Membersihkan tubuh secara maksimal

Pilih sabun antibakteri yang sudah teruji secara dermatologis dan bisa membersihkan secara menyeluruh sehingga kuman yang menempel di tubuh bisa dibersihkan secara maksimal.

3. Sabun cair lebih baik

Saat ini sabun antibakteri bisa didapatkan dalam bentuk cair dan batang. Mana yang lebih baik? Sabun batang memiliki kemungkinan terpapar bakteri yang lebih besar dibandingkan sabun cair yang ditempatkan dalam wadah tertutup. Selain itu, sabun batang saat diletakkan di wadah dapat terendam air sehingga membuatnya jadi lembab dan bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Itu sebabnya sabun antibakteri cair dapat menjadi pilihan buat Anda dan keluarga.

4. Dengan formula yang aman dan ramah di kulit

Pastikan sabun antibakteri yang Anda pilih tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. Ternyata ada 8 bahan yang tidak ramah di kulit yang harus dihindari. Apa saja?

- Paraben¹

Paraben biasa digunakan dalam berbagai produk perawatan tubuh sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan mikroba lainnya. Bila memakai produk yang menggunakan bahan ini dalam waktu lama dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain gangguan endokrin, gangguan kesuburan dan kanker kulit.

- Sodium Lauryl Sulfate (SLS)¹

SLS merupakan bahan yang digunakan sebagai emulsifier yang berfungsi untuk membantu bahan-bahan lain di satu produk perawatan tubuh bisa tercampur dengan baik. Namun di sisi lain, bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal, kemerahan, dan kulit mengelupas.

- Triclosan¹

Terpapar kandungan triclosan dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan risiko kesehatan, seperti kulit kering sensitif dan gangguan hormon.

- Triclocarbon²

Penggunaan produk yang mengandung zat ini juga dapat menimbulkan risiko peningkatan resistensi antibiotik, gangguan fertilitas, serta peningkatan risiko penyakit alergi.

- Formaldehyde³

Bahan kimia satu ini umum digunakan pada sabun dan sampo yang berfungsi untuk mencegah bakteri untuk berkembang. Bahayanya, bahan ini dapat menyerap ke kulit, memicu kanker dan reaksi alergi pada kulit.

- Methylisothiazolinone (MIT)4

MIT digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan tubuh. Seperti bahan kimia lainnya, methylisothiazolinone juga dapat menyebabkan alergi dan iritasi pada kulit.

- Hydroxytoluene (BHT)5

BHT juga merupakan bahan yang juga dapat dijumpai dalam produk perawatan kulit. Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit dan diindikasi sebagai zat pemicu tumor dalam kondisi tertentu.

- Dioxane6

Bahan ini biasanya ditemukan di produk sabun mandi dan sabun cair. Bahayanya, bahan ini menyebabkan alergi kulit, dan bersifat karsinogen yang bisa memicu kanker.

Nah, agar kesehatan selalu terjaga, terhindar dari kuman, dan kulit tetap sehat, pastikan sabun antibakteri yang dipilih mengandung formula alami dan sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Ingin memakai sabun antibakteri yang aman dipakai setiap hari tanpa membuat kulit menjadi kering? Sabun cair antibakteri Betadine Natural Defense bisa jadi pilihan Anda.

Betadine Natural Defense Body Wash dapat membersihkan, melembabkan dan melindungi kulit Anda karena mengandung formula alami dan ramah di kulit.Sabun ini sudah teruji secara dermatologis dengan formula ramah di kulit. 

Sabun antibakteri ini tidak akan membuat kulit kering karena memiliki formula pH yang seimbang serta mengandung Aloe Vera & Vitamin E yang melembabkan dan aman bagi kulit. Kandungan madu manuka, pomegranate yang ada di dalamnya juga memiliki aroma menyegarkan. Coba deh. 

 

Referensi:

  1. https://www.healthywomen.org/content/blog-entry/whats-hiding-your-soap-four-toxic-ingredients-avoid, diakses pada 30 Juni 2021 pukul11:30
  2. https://www.forceofnatureclean.com/choosing-chemical-free-hand-soap/, diakses pada 30 Juni 2021 pukul 11:52
  3. .https://www.npr.org/sections/health-shots/2016/09/02/492394717/fda-bans-19-chemicals-used-in-antibacterial-soaps#:~:text=On%20Friday%2C%20the%20FDA%20issued,the%20market%2C%20the%20agency%20said, diiakses pada 30 Juni 2021 pukul 12:01
  4. https://www.safecosmetics.org/get-the-facts/chemicals-of-concern/formaldehyde/
  5. https://www.madesafe.org/chemical-profiles/bht-and-bha/, diakses pada 1 Juli 2021 pukul 16.54
  6.  https://www.safecosmetics.org/get-the-facts/chemicals-of-concern/14-dioxane/, diakses pada 1 Juli 2021 pukul 16.57
  7. Product Information Betadine Natural Defense Body Wash. 2021

Related Stories