Ciri Keputihan Tidak Normal dan Cara Mengatasinya, Anda Harus Tau!

Treatment and Red Days Feminine Wash 20 Desember 2021

Ciri Keputihan Tidak Normal dan Cara Mengatasinya, Anda Harus Tau!

Keputihan yang Anda alami bikin khawatir? Jangan langsung panik, kenali dulu ciri keputihan yang normal dan tidak normal agar bisa ditangani dengan tepat.

Sebenarnya, keputihan yang normal memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi wanita. Ketika mengalami keputihan, cairan yang diproduksi oleh kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel-sel mati dan bakteri sehingga menjaga vagina tetap bersih dan terlindung dari infeksi.1

Perbedaan Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal

Keputihan adalah hal yang normal dan lumrah terjadi pada setiap wanita, terutama bagi yang masih menstruasi dan lebih sering dialami ibu hamil karena perubahan hormon. Jumlahnya bervariasi, begitu juga ciri-cirinya seperti bau dan warna (yang dapat berkisar dari bening hingga putih susu), tergantung pada waktu dalam siklus menstruasi Anda. Misalnya, akan ada lebih banyak cairan saat Anda berovulasi atau menyusui. Atau, aromanya bisa berbeda terutama saat hamil atau kurang menjaga kebersihan area kewanitaan1.

Lantas, kapan keputihan bisa dianggap tidak normal? Bila keputihan yang Anda alami ditandai dengan adanya perubahan bau, warna atau tekstur. Kondisi ini mungkin merupakan tanda infeksi atau vaginistis. Tapi jangan mendiagnosis diri sendiri, temui dokter jika Anda khawatir dan mengalami ciri keputihan tidak normal seperti berikut ini2:

  • Berbau menyengat, seperti bau amis atau bau busuk
  • Tekstur lebih kental, berbusa, atau menggumpal
  • Berwarna kehijauan atau kekuningan
  • Organ intim terasa gatal atau perih
  • Berdarah setelah berhubungan seks
  • Terasa sakit saat buang air kecil
  • Nyeri di area antara perut dan paha (nyeri panggul)

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Flora normal vagina ditentukan oleh keadaan asam (pH antara 3.5-4.5), yang tidak ramah bagi sebagian besar bakteri dan virus3. Lingkungan asam ini dikaitkan dengan keberadaan lactobacilli dan hidrogen peroksida (H2O2). Bila terganggu atau mengalami penurunan atau peningkatan, dapat menyebabkan infeksi vagina, yang ditandai dengan keputihan tidak normal.4,5

Setiap perubahan dalam keseimbangan bakteri normal vagina dapat mempengaruhi bau, warna, atau tekstur cairan. Penyebab keputihan tidak normal bisa beragam, hal yang paling sering jadi penyebab keputihan tidak normal, yaitu6:

1. Bacterial vaginosis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan jumlah bakteri alami (flora normal) di dalam vagina. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Cairan berwarna putih atau keabuan
  • Tidak kental
  • Berbau amis
  • Jumlah cairan lebih banyak
  • Vagina terasa gatal

2. Candidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan jamur Candida albicans. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Cairan berwarna putih dan kental
  • Vagina terasa gatal dan panas
  • Area kemaluan juga bisa menjadi kemerahan dan bengkak

3. Trichomoniasis. Disebabkan oleh organisme Trichomonas vaginalis. Biasanya ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Cairan berwarna kekuningan atau kehijauan, terkadang berbusa
  • Berbau amis, dan dalam jumlah banyak
  • Vagina gatal dan kemerahan

Cara Mengatasi Keputihan

Untuk mengatasi keputihan, caranya antara lain sebagai berikut:

  • Membersihkan vagina dan area kewanitaan dengan cara benar, yaitu dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Keringkan dengan handuk atau tisu lembut sekali pakai. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan area kewanitaan.
  • Saat menstruasi, pH dapat meningkat hingga 7.4atau menjadi basa. Kondisi ini dapat usi meningkatkan risiko infeksi vagina. Untuk mencegahnya, ganti pembalut minimal tiap 4-6 jam sekali. kadar pH, perubahan jumlah hormon estrogen di tubuh kita selama masa menstruasi juga turut berkontribusi meningkatkan risiko infeksi vagina.
  • Gunakan antiseptik khusus untuk area kewanitaan sehingga dapat mengatasi berbagai kuman penyebab keputihan, yaitu antiseptik area kewanitaan dengan kandungan Povidone-Iodine 10%. Povidone-Iodine (PVPI) merupakan zat antimikroba yang memiliki spektrum-luas dan efektif mengatasi kuman serta mampu mengendalikan penyebaran infeksi topikal.4

Sabun antiseptik kewanitaan ini dapat mengatasi gejala iritasi ringan, gatal-gatal, keputihan yang disebabkan oleh Trichomonas VaginalisCandida Albicans, dan Gardnerella Vaginalis. Gunakan 2x sehari, selama 5 hari berturut-turut.

  • Bila keputihan tidak kunjung membaik setelah menjalani penanganan di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Cara Mencegah Keputihan

Cegah keputihan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan sehari-hari, dengan cara sebagai berikut:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun dan menyerap keringat. Jika cairan yang keluar terlalu banyak, ganti celana setiap 4-6 jam agar kulit di area vagina tidak lembap yang menyebabkan infeksi.
  • Jaga flora normal area kewanitaan sehari-hari dengan membersihkan area kewanitaan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan dengan pH yang sesuai dan mengandung prebiotik. Berfungsi untuk mendukung bakteri baik yang menjaga flora normal area kewanitaan.
  • Jaga kebersihan area kewanitaan sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

 

Referensi

  1. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal
  2. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
  3. http://www2a.cdc.gov/stdtraining/ready-to-use/Manuals/Vaginitis/vaginitis-slides-2013.pptx 2
  4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6834826/
  5. Artikel: Daily Vaginal Microbiota Fluctuations Associated with Natural Hormonal Cycle, Contraceptives, Diet, and Exercise
  6. https://familydoctor.org/condition/vaginal-discharge/
  7. http://erepo.unud.ac.id/8941/3/f44ddd93bafb584a5e22e91768baeb28.pdf

 

Related Stories