Respons Kami terhadap Pandemi COVID-19

Respons Kami terhadap Pandemi COVID-19

Fight Covid-19 22 Februari 2021

Dunia sedang berperang melawan virus yang sangat dekat, namun tidak dapat terlihat secara kasat mata. Pandemi COVID-19 yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi berbagai negara dengan total lebih dari 40 juta kasus di seluruh dunia.1 Lebih dari satu juta  jiwa telah terenggut akibat virus ini, yang memiliki angka pasien terinfeksi lebih tinggi dari SARS-CoV pertama pada tahun 2002-2003, yaitu 8422 kasus.2

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan berbagai temuan terbaru terkait virus SARS-CoV-2. Begitu juga dengan berbagai edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan, seperti menerapkan hand hygienesocial distancing & memakai masker sebagai kunci utama. Selain itu, WHO juga menganjurkan penggunaan antiseptik sebagai bagian dari penerapan personal hygiene untuk mengurangi paparan dan transmisi penyakit.3 

Pada wabah yang diakibatkan oleh virus corona sebelumnya, yaitu SARS  (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome), penggunaan antiseptik Povidone-Iodine (PVP-I) telah terbukti efektif secara in vitro.4 PVP-I telah terbukti efektif melawan berbagai macam virus karena memiliki spektrum antimikroba yang luas. Adanya kesamaan genetik yang cukup besar antara SARS-CoV-2 dengan SARS-CoV dan MERS-CoV, membuat penggunaan PVP-I dianjurkan untuk memutuskan rantai penularan SARS-CoV-25.

 

PERAN MUNDIPHARMA DALAM PANDEMI COVID-19

Mundipharma selalu berupaya untuk hadir dan berperan dalam bentuk pencegahan dan perlindungan infeksi dan wabah. Salah satu bentuk kontribusi Mundipharma dalam pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan studi in vitro yang bekerja sama dengan berbagai institusi dan key opinion leader terkemuka dunia. Salah satu penelitian yang telah selesai dilakukan adalah penelitian in vitro oleh The Duke-National University Singapore (NUS) dan Tropical Infectious Diseases Research Centre (TIDREC) Malaysia terhadap beberapa sediaan Povidone–Iodine (PVP-I) yang menunjukkan aktivitas virusidal terhadap SARS–CoV-2 hingga log10 >4 dalam 30 detik.6-7

Dengan hasil penelitian ini, kami berkomitmen untuk dapat memberikan informasi yang tepat dan benar melalui program edukasi untuk tenaga kesehatan agar tidak membingungkan masyarakat melihat indikasi untuk SARS-CoV-2 belum kami miliki untuk beberapa produk PVP-I yang beredar di Indonesia.

Selain itu, Mundipharma Indonesia juga mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi ini dengan melakukan program edukasi untuk menjaga kebersihan diri dan saluran pernapasan bagian atas, menggunakankan masker dan menjaga jarak. Upaya edukasi ini dilakukan dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat awam hingga tenaga kesehatan. Dengan edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkatkan untuk ikut serta dalam mencegah & memutus rantai infeksi, serta dapat menurunkan tingkat keparahan infeksi COVID-19.

 

Panduan Penggunaan Produk Betadine®

Kesehatan dan keselamatan konsumen kami adalah yang hal yang terpenting. Beberapa saat ini kami menerima beberapa pertanyaan konsumen tentang produk Betadine® terhadap COVID-19, berikut beberapa respons untuk pertanyaan yang kerap muncul dan jawabannya:

  1. Apakah dapat menggunakan Betadine® Mouthwash & Gargle untuk mencegah dan mengobati COVID-19 ?

Jawab: Indikasi Produk Betadine® Mouthwash & Gargle dengan Povidone–Iodine 1% yang disetujui oleh Badan POM adalah sebagai antiseptik rongga mulut untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan, sariawan, gusi bengkak dan bau napas tak sedap/ segar.8 Penggunaan di luar indikasi tersebut harus sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan atau dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  1. Apakah dapat menggunakan Betadine® Antiseptik Solution untuk mencegah dan mengobati COVID-19?

Jawab: Indikasi Produk Betadine® Solution dengan Povidone–Iodine 10% yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebagai antiseptik untuk membunuh kuman penyebab infeksi.9 Penggunaan di luar indikasi tersebut harus sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan atau dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

References

  1. COVID-19 CORONAVIRUS PANDEMIC (https://www.worldometers.info/coronavirus/) Diakses pada 22 Oktober 2020 
  2. Consensus document on the epidemiology of severe acute respiratory syndrome (SARS) WHO/CDS/CSR/GAR/2003.11 (https://www.who.int/csr/sars/WHOconsensus.pdf?ua=1)  Diakses pada 22 Oktober 2020 
  3. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public (https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-publicDiakses pada 22 Oktober 2020 
  4. Kariwa H, et al. Dermatology (Basel, Switzerland) 2006:2012 Suppl:119 – 23 & Eggers M. Infect Dis Ther. 2019;8:581–93.
  5. Lu R, et. al. Lancet. 2020;395:565–74
  6. Anderson DE, Sivalingam V, Kang AEZ, et al. Povidone-Iodine Demonstrates Rapid In Vitro Virucidal Activity Against SARS-CoV-2, The Virus Causing COVID-19 Disease. Infect Dis Ther. 2020;9(3):669-675. doi:10.1007/s40121-020-00316-3
  7. Hassandarvish P, Tiong V, Sazaly AB, et al. Povidone iodine gargle and mouthwash [published correction appears in Br Dent J. 2020 Jul;229(2):75]. Br Dent J. 2020;228(12):900. doi:10.1038/s41415-020-1794-1
  8. Betadine® Mouthwash & Gargle Product Information 2020
  9. Betadine® Antiseptic Solution Product Information 2020